Angel Wing Heart

nuni_nunita

my small notes

I think..
I've fallen...

Aku selalu berdoa, berharap semuanya akan tetap baik-baik saja . Aku juga berdoa saat terjatuh. Dan ketika aku mulai ragu, aku kembali berdoa..

Tuhan, biarkan doaku sekali lagi sampai kepada-Mu.

Untuk seseorang yang tersenyum beberapa yang hari lalu. Pada dia yang membuatku tergerak dan berbalik sekali lagi. Pada hati yang ketulusannya tersampaikan padaku.

Dia yang tak pernah membuat semua ini mudah. Karena beberapa bagian dari dirinya terasa jauh. Dia yang sekali lagi berhasil menggenggam hatiku saat aku mulai melangkah pergi.

Tuhan, jaga hatiku kali ini. Jangan biarkan hati ini tersakiti dan berbalik pergi. Biarkan hatiku tetap padanya dan akan kujaga hatinya. Aku berjanji.

Aku takut membuatnya terluka. Aku takut pernah meninggalkannya saat dia tersakiti. Aku takut suatu saat hatinya akhirnya mati untukku. Aku tidak mau kebahagiaan ini menjadi salah satu kisah yang berakhir. Terlalu sering hatiku membuat kesalahan. Dan aku takut, jika perasaan ini juga sebuah kesalahan. Karena ini terlalu indah.

Tuhan, aku berharap mimpiku tentang dirinya tetap ada. Jangan biarkan dia pergi. Biarkan dia tetap tinggal di sini. Di sampingku. Di dekatku. Tepat dihatiku.

Perasaan ini, terlalu menyesakkan. Terlalu memenuhi hatiku. Sepertinya, hatiku akan meledak dibuatnya.

Tuhan, jaga hatiku. Juga hatinya.

Biarkan suatu saat kami bertemu. Dan saling tersenyum.

Biarkan suatu saat kami akhirnya saling tahu. Saling membagi perasaan.

Aku, dan dia.

When we love,
We start to believe..
Because when we love.,
We never stop believing..

Saat pertama kali bertemu dengannya, saat mata kita tanpa sengaja saling berhadapan, aku tidak tahu apa yang takdir mulai mainkan pada hatiku. Saat pertama kali duduk tepat di sampingnya, saat sekali lagi mata kita tanpa sengaja saling berhadapan, aku tidak tahu apa yang hatiku coba sampaikan kepadaku. Saat pertama kali kusebut namanya, pelan, akhirnya aku tahu. Takdir, dan juga hatiku, memercayakanku kepadanya.

Dia pernah bilang, entah sengaja atau tidak, aku harus percaya padanya. Dan aku percaya. Hingga sekarang. Dia pernah bilang, entah sengaja atau tidak, bahwa hatinya telah dia titipkan padaku. Dan kujaga itu. Hingga sekarang. Dia tidak pernah benar-benar bilang bahwa aku adalah orang yang tangannya akan dia genggam nanti. Dia juga tidak pernah benar-benar bilang bahwa dia akan menjaga hati yang kutitipkan padanya. Tapi dia pernah bilang, entah sengaja atau tidak, bahwa berada di dekatnya akan membuatku aman. Dan aku percaya. Hingga sekarang.

Tapi pada akhirnya, kami kembali pada diam yang mengantarkan lelah ke tempat peristirahatan. Kami kembali pada diam yang membawa senyum di antara pagi. Kami kembali pada diam yang tidak pernah memberikan jawaban yang benar-benar pasti. Kami kembali pada diam, yang sekali lagi, meragukan hati yang saling terikat.

Pada akhirnya, aku sadar. Mungkin memang terlalu cepat bagi kami, bagiku dan dia. Sepertinya memang terlalu cepat mengganti "aku dan dia" menjadi "kami".

Tapi, aku tetap percaya.

Pada diriku sendiri.

Pada dia..

Pada "kami".

Diberdayakan oleh Blogger.
Just my small notes Hope you enjoy this blog... :)

Pengunjung

About Me

Pengikut