Angel Wing Heart

nuni_nunita

my small notes

if someone ask me,
"why you love him?"
I still can't answer it...

Apa sebenarnya menjadi setia, itu??
Tetap menunggunya seperti ini? Diam, sendirian. Diantara gelap dan cahaya temaram yang saling tumpang tindih. Diantara sepi yang menghiraukan langkah yang pergi.

Apa itu juga berarti tetap tersakiti dan pura-pura tersenyum?
Karena hanya itu caraku untuk tidak lebih tersakiti. Karena aku tak mungkin bisa melihatnya dengan mata sembab dan hati yang hancur. Aku memilih jalan ini. Lebih mudah. Bagiku dan dia yang tidak tahu apa-apa.

Apa yang membuatmu sakit?
Melihatnya. Terasa menyesakkan. Mencintainya. Bohong jika kukatakan tidak menyakitkan.

Lalu, kenapa tetap menyukainya?
Seandainya bisa. Bisakah kita benar-benar membenci orang yang kita cintai meski telah disakiti berkali-kali?

Dan, untuk apa menunggu?
Aku menjaga sesuatu. Meski itu hanya sebuah benang merah tipis yang dihubungkan diantara jari kelingking kami. Juga untuk menjaga perasaan ini. Bukan hanya untuknya, tapi juga untukku.

Mengapa?
Simple.
Karena aku menyukainya.

we push and pull our heart each other,,
we try to looks like nothing happened,,
but the space that we left behind,
will be stay forever..

Nothing's going well...
Tidak ada yang berjalan baik saat sesuatu yang kusebut perasaan kembali dibuat tak berarah. Saat akhirnya hatiku kembali memegang kendali terhadap logika yang tak juga mendapatkan kesimpulan atas premis-premis yang ada. Ya, aku menyukainya. Tapi tidak sesederhana itu. Karena ini bukan hanya tentang aku yang menyukai seseorang-dia. Ini juga tentang dia yang entah kemana hatinya akan dia titipkan selamanya.

Aku menyukainya...
Jika baginya ini adalah salah satu lelucon lainnya yang datang padanya. Bagiku ini hanya sebuah ungkapan sederhana dariku yang tidak tahu cara lain untuk mengungkapkan debaran dalam satu kalimat singkat. Karena tidak ada lagi bayangan paling menyeramkan selain dirinya yang berjalan menjauh. Karena tidak ada lagi jawaban yang bisa kudapatkan dari orang lain kecuali darinya.

Pada akhirnya, aku akan kembali diam dan memandangi sisa jarak yang tak pernah terisi di antara kita. Sisa jarak yang selalu menyesakkan.

when our eyes accidentally met..
when we exchanged smile without anyone knowing..
when I sit right beside you..
sometimes, I just can't help but suddenly blush..
my heart, can't stop beating so fast..

Apa kami pernah benar-benar bicara satu sama lain?
Kami-aku dan dia-sepertinya tidak pernah benar-benar berbicara satu sama lain. Tentang hal-hal bodoh maupun kejadian-kejadian tidak penting untuk dibagi. Karena sepertinya tidak ada cukup waktu untuk itu. Kami-atau mungkin hanya aku-sibuk berusaha agar hatiku tidak mengambil alih wilayah logikaku. Pada akhirnya, aku tidak pernah benar-benar tahu perbedaan antara kenyataan dan harapan. Kami seolah terpaut jauh...

Jarak bukanlah tentang seberapa jauh seseorang dari tempatmu sekarang, tapi tentang seberapa jauh hatimu dapat merasakan kehadirannya. Seperti halnya diriku sekarang. Kami-aku dan dia-sepertinya tidak berada pada pijakan yang sama. Terlalu sibuk diriku berusaha meraihnya, mungkin, hingga tidak tahu harus seberapa jauh atau seberapa dekat aku berada darinya.

Berkali-kali dadaku dibuat sesak dan terasa ingin meledak. Berkali-kali otakku kembali berada dibawah kendali hatiku dan terus memikirkannya. Bahkan berkali-kali aku berusaha pergi dan mendapati diriku kembali menjadi aku yang menyukai dirinya. Ya, bekali-kali aku mencoba untuk tidak percaya dan pada akhirnya tetap berharap melihatnya tesenyum.

Karena menyukai seseorang, bukan hanya tentang "aku menyukaimu" dan "tetaplah di sampingku".

Karena, menyukai seseorang, terutama bagiku, berarti menjadikan tiap detik bersamanya yang kumiliki sekarang berubah menjadi beberapa kenangan bahagia nanti.

Diberdayakan oleh Blogger.
Just my small notes Hope you enjoy this blog... :)

Pengunjung

About Me

Pengikut