Angel Wing Heart

nuni_nunita

my small notes

this time,, I'm too tired..
even that I  try to stand in this situation..
but I realize that I'm not strong enough..

Pernah tidak kamu merasa benar-benar lelah mengejar sesuatu?? Aku pernah. Sering malah. Terlalu sering sampai kali ini aku benar-benar lelah. Ya, terlalu banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Pergi jauh. Tidak perlu ada yang tahu. Aku hanya perlu melangkah pergi. Beberapa saat saja. Hanya untuk kembali menata perasaanku.

Aku juga bukan orang yang cukup kuat untuk tersenyum terus menerus. Aku pernah menangis, terlalu terbiasa sehingga membuatku menjadi kelihatan bodoh.

Bolehkah kali ini aku menghilang?? Tidak menjadi apapun. Tidak mengirimkan kabar apapun. Benar-benar menghilang. Dan kali ini aku tidak perlu memikirkan apapun. Sekali saja. Karena aku butuh pijakan lain, untuk tetap berdiri. Aku harus pergi.


You..
I care so much about you..

Engkau yang tak terlihat di pagi hari dan meredup di kala senja datang. Bagaimana kabarmu di ujung tak terlihat itu? Aku ragu suaramu memanggil namaku. Aku takut melihat matamu tak lagi memandangku.

Tahukah kau bahwa kau adalah satu-satunya bintang yang tak mungkin kulepaskan? Karena aku takut kehilangan cahayamu. Aku takut tak ada agi esok yang bisa kuraih untuk sekedar menemani langkahmu.

Kau bukan satu-satunya bintang yang bersinar di langit. Tapi aku tahu kau satu-satunya bintang berharga yang ingin kujaga, kudekap erat. Aku ingin terus berada di dekatmu, sebagai orang yang meringankan lelahmu, mendengarkan celotehanmu. Seperti penantian malam yang diam pada hadirnya bintang. Meski mereka tak berbicara. Ya, karena aku benar-benar peduli padamu.

Inspiration is you..
and now,,
i need inspiration (you)

Aku tahu bahwa bumi berputar seperti biasanya, pagi tetap saja menghadirkan embun yang membasahi jendela, dan senja masih memiliki jingga yang memukau. Tapi yang tidak kutahu adalah mengapa tanpa dirinya bumi terasa bergerak begitu lambat, bahkan beberapa hari saja benar-benar terasa begitu lama. Aku tidak tahu mengapa meski embun pagi membasahi jendela seperti biasanya tapi tanpanya itu menjadi tak menyegarkan. Ya, yang tak kutahu adalah mengapa meski jingga tetap ada saat senja datang, aku tetap saja tak berfikir itu indah bila tak kubagi dengannya. Mungkin memang aku membutuhkannya,, karena dia yang mengutuhkanku. Dia yang menyegarkan pagiku, dan dia juga yang membuat senja menjadi lebih indah.

Aku ingat sebuah cerita yang kemudian menjadi favoritku. Kisah tentang mimpi seorang pria yang tak ingin  kehilangan orang yang benar-benar disayanginya, bahkan dalam mimpi. Karena meski itu hanya dalam mimpi perasaan itu begitu nyata. Sepertinya, aku tahu bagaimana rasanya. Kisah itu ternyata begitu familiar karena seorang teman punya kisah yang hampir mirip. Tentang dua orang yang saling menyukai, saling menyayangi, tapi akhirnya mereka tidak bisa bersama. Ya, mereka tidak bisa bersama meski mereka berdua tahu bahwa mereka saling menyayangi.

Aku tidak ingin menjadi satu dari sekian banyak kisah orang-orang yang seperti itu. Bahkan membayangkannya terasa begitu sulit. Setidaknya aku pernah mengatakannya. Kuharap suatu saat nanti aku akhirnya benar-benar bisa bersamanya. Bahkan jika itu begitu sulit dan tidak mungkin bagi sebagian orang. Tapi aku percaya. Mungkin kami berdua percaya.

It's not because i wanna say something nonsense..
That's just all thing that I like..

Aku suka suaranya.
Entah apa yang membuatnya begitu istimewa. Yang kutahu ketika telingaku mendapati suaranya, sontak hatiku akan berpaling mencarinya. Bahkan mungkin tak ada yang spesial dalam suaranya. Sepertinya bukan sihir yang dia ucapkan untuk membuatku tetap berada di dekatnya.

Aku suka melihatnya.
Aku suka duduk di dekatnya, sekedar diam mendengar celotehannya, atau melihatnya sambil mengagumi dirinya. Meski aku sadar bahwa aku tak pernah suka melihatnya bersama orang lain, meski itu terdengar egois.

Aku suka matanya.
Mata yang meski kadang tak menatap lurus ke mataku. Karena mata itu terlihat seperti lautan mimpi bagiku. Berlebihan mungkin. Tapi matanya lebih berkilau ketika dia menceritakan kisah yang bahkan terdengar sederhana.

Aku suka senja yang terlihat di dermaga sore itu.
Meski tak ada dia di sampingku, dia seolah menjadi sosok nyata yang merangkulku dalam kedamaian. Jingga terlihat berbeda di langit. Lebih damai, lebih bersahabat. Meski jika aku tau dia tak mampu kujangkau hanya dengan meihatnya dalam kejauhan.

Dermaga dan mimpi di ujung horison pagi itu. Aku melihatnya, berdiri di depan sana. Tak tergapai meski terlihat begitu dekat. Ada mimpi yang berderet setelahnya. Tentang jalan yang ingin kulewati, juga tentang dia.

This is a message for you..
i write in this little island
even that i know
you are far away from me,,
but, can you hear my voice?

Tepat di hadapanku, ada laut yang membentang luas. Ombak kecil yang saling berkejar-kejaran, dan terik yang menemani nelayan memulai aktivitas. Jauh di seberang sana, aku tahu ada dia yang sedang menempuh jalannya. Memulai hidup meski tanpa diriku. Aku juga, di sini, memulai hari meski hanya dengan mengingat kenangan dengannya.

Setidaknya disini kutemukan kedamaian. Hal yang membuatku tersadar bahwa mungkin aku benar-benar telah terperangkap oleh imaji tentangnya. Meski itu tak nyata, tapi dia terlihat jelas.

Dapatkah dia mendengar suaraku? Jika ya, biarkan angin membisikkan kata rindu yang kutitipkan pagi ini. Titipkanlah salam pada langit siang ini, biar langit yang menyampaikannya di antara lelapku.

Pesan ini kukirim dari sebuah tempat yang jauh darinya. Meski tanpa kami sadari mungkin hati kami telah sama-sama terpaut.

In the end, i will become someone who dream the most...
maybe that's the way..

Aku selalu berharap, suatu saat nanti kami bisa berjalan di jalan yang sama. Saat kami benar-benar tak bisa dipisahkan, saat kami benar-benar saling memiliki. Tapi berkali-kali pula kutepis pikiran itu ketika aku tahu kenyataan yang kuhadapi.  Perasaanku mungkin tak pernah sama dengan perasaannya, dan rinduku mungkin bukan pula rindunya. lalu apa yang harus kulakukan jika ada kenyataan yang mebentang tepat dihadapanku, tak sesuai dengan dugaanku? Apa aku harus berjalan lurus seolah aku baik-baik saja? Atau harus berbalik menjauh dan melupakannya?

Kini ketika aku melihat langit malam berhias bulan jingga , laut dengan dan ombaknya yang saling memecah, aku merasakan kehadirannya. Ya, tepat di sampingku.

Meski kukira ini semua mimpi, meski menurutku semua ini hanya khayalan, tapi bahkan bayangannya mampu meyakinkanku, menenangkanku. Tidak masalah jika jalan yang kami lalui masih panjang. Karena bahkan tahun-tahun seperti itu akan terasa begitu singkat. Tidak masalah jika saat ini kami tak bersama saat ini. Karena bahkan sebelum aku sadari dia akan tepat berada disampingku, dan berjanji untuk selamanya bersama.

Memang semuanya sudah digariskan dari awal. Ya, mungkin memang seperti ini jalannya.

this ocean..
i suddenly miss u

Perjalanan ini membuatku tersenyum sendiri. Tepat di tengah-tengah laut dan tiba-tiba kehadirannya begitu kuinginkan. Deru mesin kapal menemaniku. Tempat di sampingku kosong, tapi aku melihatnya di sana.

Ada bulan di depan sana. Bersembunyi malu di antara awan-awan. Tapi dia tak bisa menyembunyikan keindahannya. Langit malam, bulan, awan dan lautnya. Suatu saat nanti kami harus pergi bersama. Ya, kami berdua.

Tepat ketika kusadari dia begitu jauh, aroma laut kembali tercium. Ya, kali ini meski dirimu tak di sini, aku tahu perjalanan ini bukan perjalanan untuk melupakanmu. Karena justru di manapun aku memandang, aku terus melihat bayanganmu.

i have a wish for this special month..
and for a special person..

July Wish..
Ya, aku juga punya. Untuknya? Kali ini bukan hanya tentangnya. Meski dia selalu menjadi doa yang ada di tiap malamku, meski aku punya berjuta harapan untuknya, meski hatiku terus merindukannya. Tapi kali ini, aku juga ingin berharap untuk orang lain. Orang-orang yang juga menjadi kisah di lembar kehidupanku. Orang-orang yang menjadi catatan penting di pojok harianku. Orang-orang yang juga selalu ada di dekatku.

Mereka, yang selalu ada dari awal kehidupanku. Terima kasih untuk membiarkanku tetap ada di dunia ini.  Terima kasih untuk tiap benteng dan jalan yang kalian bangun untukku. Tanpa kalian tak mungkin ada awal bagiku. Kuharap Tuhan tetap memberikan kesehatan yang berlimpah untuk kalian. Kuharap Tuhan masih mmberiku kesempatan untuk membahagiakan kalian.

Mereka, yang membantuku berjalan. Terima kasih karena membuatku tetap bisa bertahan sejauh ini. Tanpa kalian mungkin akan ada lebih banyak jalan yang tak mampu kulewati. Kuharap Tuhan juga mempermudah jalan yang kalian lewati. Membuat jalan kalian lebih mudah untuk sampai ke tujuan kalian masing-masing.

Mereka, yang menjadi lilin di sudut ruang yang gelap. Terima kasih telah menjadi cahaya yang membuatku sadar akan kegelapan yang selama ini ada di sekitarku. Tanpa kalian aku mungkin takkan pernah tahu apa arti langit biru dan padang hijau. Kuharap Tuhan mendekatkan mimpi yang ingin kalian capai. Menjadikan kegelapan yang diam-diam menyelinap menjadi cahaya.

Mereka, yang menjadi coretan tak karuan di lembar kehidupanku. Terima kasih untuk semua pelajaran berharga yang kalian berikan. Tanpa kalian mungkin aku tak pernah tahu apa itu rasa sakit, dan bagaimana cara untuk sembuh. Kuharap Tuhan tetap memberikan kalian genggaman yang kuat dan sandaran yang kokoh ketika kalian jatuh. Memberikan kemudahan untuk menyembuhkan tiap sayatan luka di tubuh kalian.

Mereka, yang menjadi bisikan diantara teriakan yang memekik. Mereka, yang menjadi bintang di malam-malam yang gelap. Mereka yang menjadi sandaran ketika aku sudah tak sanggup untuk berdiri. Mereka yang pernah hadir di kehidupanku. Terima kasih untuk segala hal yang kalian berikan yang tak terhitung jumlahnya. Kuharap Tuhan tetap berada di dekat kalian, mengabulkan tiap bisikan doa dan harapan yang belum terwujudkan.

Lalu, masih mungkinkah aku mengucapkan satu harapan lagi?

Pada dia yang menjadi embun yang menyejukkan pagiku, yang menjadi damai di antara terik siang yang mencekik, yang membuat senja menjadi lebih indah, yang memberikan ketenangan di malamku. Ya, dia. Yang ada di tiap hembusan nafasku, yang menghilangakn sesakku. Terima kasih telah lahir ke dunia ini. Semoga Tuhan tetap membuatmu ada, selamanya, di hatiku, di sampingku.

Diberdayakan oleh Blogger.
Just my small notes Hope you enjoy this blog... :)

Pengunjung

About Me

Pengikut