Don't look at another side..
if you really need someone,
I'm here...
Setiap
orang punya ketakutan sendiri. Setiap orang punya masalah yang terasa
sulit untuk di lalui. Aku, kamu, dia, mereka, semuanya. Ketika seseorang
jatuh, merasa sendiri, harusnya ada orang lain disampingnya. Meskipun
tidak bisa menjadi tempat bersandar, setidaknya mereka tahu, bahwa
mereka tidak sendiri. Masih ada orang yang peduli.
Aku juga. Aku peduli. Aku di sini.
Dia
tidak usah mencari orang lain, karena aku selalu ada untuknya. Tidak
usah merasa sendiri, karena meski minta sekalipun, aku akan terus di
sampingnya.
Mungkin dia tidak pernah percaya...
Ya,,
dia tidak pernah percaya, bahwa jika dia berbalik, aku ada tepat di
belakangnya, mendukung keputusan yang diambilnya, ikut merasakan apa
yang dia rasakan. Mencoba memahami tiap bait dari kehidupan yang
dijalaninya. Menelaah, satu per satu.
Mungkin dia tidak pernah percaya...
Ya,,
dia tidak pernah percaya, bahwa jika dia melihat ke samping, aku ada
tepat di sampingnya., menemani tiap langkah yang diambilnya,
mendengarkan keluh kesahnya, dan tersenyum melihat kebahagiaannya.
Mungkin dia tidak pernah percaya...
Ya,, dia tidak pernah percaya, bahwa jika dia mencoba melihat lebih seksama lagi, aku akan selalu ada di sini, menunggunya...
i never think that i dare to start this..
but even that i think it again,
it's just like a miracle
Kufikir cerita ini telah berakhir. Sempat terlintas dalam benakku bahwa tidak akan ada kemajuan apapun yang bisa kuharapkan meski aku telah berusaha. Pada akhirnya keputusasaaan membuatku berani untuk mengucapkan perpisahan. Perpisahan yang justru kemudian menjadi langkah awal untukku lebih mengenalnya.
Seandainya dulu aku lebih berani, mungkin saat seperti ini akan datang lebih cepat. Setidaknya aku tidak perlu jatuh berkali-kali. Tapi aku tidak menyesal, tidak merutuk sama sekali. Meskipun perlu waktu yang lama untukku sampai pada tahap ini, aku tetap merasa beruntung. Karena setidaknya sekarang aku tahu bahwa aku tidak menunggu untuk hal yang sia-sia. Karena setidaknya aku tahu bahwa dia bisa jadi lebih baik dari yang kubayangkan dulu.
Keajaiban.
Entah apakah ini yang orang-orang maksud keajaiban. Saat hal yang sepertinya tidak mungkin kemudian menjadi kenyataan. Saat aku merasa putus asa yang kemudian justru membawaku pada awal perjuangan baruku. Memberikan kekuatan baru untuk memulai segalanya.
Karena tidak ada yang pernah tahu bagaimana sebuah kisah berakhir. Seperti aku yang akhirnya sadar bahwa semuanya belum berakhir seperti yang kukira dulu.
let's finish the story about you, and all the thing that I can do is just pray and wish the best for you...
Aku benar-benar tidak tahu tentangapa yang direncanakan Tuhan. Saat kuputuskan untuk menghentikan semuanya, memulai dari awal dan melupakan dirinya, dia justru lewat di hadapanku. Bahkan beberapa hari terakhir tidak pernah sekalipun aku melihatnya. Bahkan ketika terakhir kali menunggunya aku tidak menemukannya dimanapun, bahkan dihatiku. justru ketika kuputuskan untuk berhenti bercerita tentang dirinya, dan menjadikan ini sebagai cerita terakhir tentang dirinya, dia justru hadir, setidaknya menampakkan dirinya, mengatur ulang posisinya di hatiku.
Aku bukannya ingin menjadi orang yang tidak tahu diri, hanya saja aku benar-benar takut menafsirkan setiap tanda tentang dirinya. Aku takut bila tanda-tanda itu sebenarnya hanya penafsiran salah yang menjaadi penilaian objektif hatiku, mencari langkah aman. Bahkan meski berkali-kali kutemukan dia dalam kesendirianku, dia seolah menjadi hal aneh yang berbeda dari lainnya, menjadikannya berbeda, menjadikannya spesial.
Saya akan berusaha, saya tidak akan mengganggumu lagi. Cukup dengan mendoakanmu dari jauh, dan berharap segalanya akan baik-baik saja di sana.
Mulai saat ini, biarkan hatiku memilih untuk pergi selamanya. ^^
Yes, it's you...
Suaranya masih terdengar sama saja, bahkan saat pertama kali dia berbicara padaku. Suara yang kurekam dalam kepalaku, kusimpan dan kuputar berkali-kali hanya untuk mengingatkan rasa sederhana yang kumiliki untuknya. Mungkin rasa kagum, rasa aman, atau rasa percaya.
Sampai akhirnya tanpa perencanaan sama sekali ketika kakiku telah melangkah cukup banyak, hatiku telah menunggu cukup lama hingga kusadari bahwa dia cukup dekat untuk kuraih. Bahkan sangat dekat.
Aku tidak pernah berharap memilikinya untuk diriku sendiri, karena meskipun ragu, hatiku mengangguk pelan bahwa dia memiliki kehidupan lain yang tak pernah kujangkau. Kehidupan yang tidak pernah kulihat, hanya miliknya dan orang-orang yang tak pernah kutemui.
Suaranya kembali kurekam, caranya berbicara kupotret dalam jarak dekat. Berharap suatu saat nanti akan ada banyak momen-momen seperti ini. Berharap suatu saat nanti tidak ada lagi perasaan lelah menanti. Dan meskipun ada, setidaknya aku tahu bahwa perasaan itu akan hilang dalam sekejap dan terbayar lunas ketika aku selangkah lebih dekat dengannya.